minum-kopi

Zaman sekarang, kopi bukan sekadar minuman. Tapi gaya hidup. Jika sebagian orang menikmati cairan hitam itu dalam kondisi dan jam tertentu untuk memaksimalkan kenikmatan rasa, sebagian orang lagi menenggaknya dalam jumlah besar untuk tujuan lain. Menjadi kurus.

’’Pahitnya kopi membuat saya mengonsumsi makanan yang lain dalam ukuran sedikit,’’ kata Frida Paskah Aprilia, 26, beralasan.

Setiap pagi perempuan yang akrab disapa April itu meminum americano, yakni espresso dengan tambahan air, yang disiapkan dalam tumbler ukuran 500 ml. Bagi dia, tidak masalah kopi tersebut diolah dari biji jenis yang mana. Asalkan terasa pahit, cukup.

Menurut perempuan yang bekerja sebagai staf perhotelan itu, kopi berfungsi sebagai polisi dalam perutnya. Bakan, April merasa kini berat badannya selalu stabil.

Kopi membuat dia tidak berlebihan makan. Bahkan, sekarang dia merasa lidahnya sudah tidak mau menerima rasa manis. Metode itu telah dua bulan ini diterapkan April.

Hal serupa dilakoni Stephana Refriera. Promotion coordinator Ciputra World itu setiap pagi

minum kopi sebelum nge-gym. ’’Ini bikin aku tambah semangat sih,’’ ungkap Riera, sapaannya. Cuma, volumenya lebih kecil. Hanya 250 ml. Setelah itu, dia memulai aktivitas olahraga di gym. Sampai sekarang, berat badannya terkontrol.

Dokter spesialis penyakit dalam Prof dr Hans Tandra SpPD-KEMD PhD menje- laskan, kopi sebenarnya tidak berhubungan langsung dengan pengurusan badan.