siswa-sma

Insiden salah tembak oleh aparat kepolisian kembali terjadi. Kali ini yang jadi korban adalah bocah bernama Yudistira bin Ojat Sudrajat (16) warga Kampung Luwiliang Rt 02/01 Desa Kananga, Kecamatan Menes, Kabupaten Pandeglang, Banten. Siswa SMA Mathla’ul Anwar Menes itu menderita luka tembak di bagian lengan kanan.

Menurut keterangan Kapolres Pandeglang AKBP Widiatmoko melalui sambungan telepon, insiden terjadi pada Jumat (25/3), sekitar pukul 02.30 WIB di Kampung Luwiliang. Tembakan anggota Buser Polsek Carita meletus mengenai lengan kanan korban hingga tembus ke bagian belakang.

“Petugas mengira korban adalah Yuda. Dia (Yuda) memang residivis yang sudah lama menjadi incaran polisi,” jelas Kapolres, Minggu (27/3) kemarin..

Diceritakannya, rombongan Buser Polsek Carita awalnya melaksanakan pengintaian terhadap resdivis bernama Yuda (24). Kemudian terjadi pengejaran oleh pihak kepolisian terhadap tersangka di Kampung Luwiliang.

Di tengah pengejaran, aparat sempat kehilangan jejak. Ketika itu lah, Yudistira melintas di lokasi dengan maksud untuk membeli rokok. Petugas yang menyangka Yudistira sebagai Yuda langsung mengejar. Sang bocah terang kaget melihat ada yang mengejar. Dia memutuskan lari karena mengira akan dibegal, tapi malah berujung ditembak oleh pengejarnya.

Widiatmoko melanjutkan, korban kemudian langsung dilarikan petugas ke rumah sakit Manggala Berkah, Carita, Pandeglang, untuk mendapat perawatan. “Biaya pengobatan semuanya sudah ditanggung oleh pihak Polres Pandeglang. Memang itu resiko kalau pengejaran malam hari,” ujar Widiatmoko. (jpnn.com)