masakan-ikan-laut

Mengonsumsi seafood terutama ikan ternyata berkaitan dengan penurunan risiko perubahan otak demensia. Terutama terhadap orang yang rentan mengalami penyakit Alzheimer. Ini karena ikan diketahui memiliki banyak kandungan gizi.

Pola kebiasaan makan ikan seperti masyarakat Eskimo dan Jepang memberi petunjuk kuat atas sangat rendahnya kejadian penyakit jantung dan penyakit degeneratif lainnya pada masyarakat tersebut. Makan seafood tidak terkait dengan perubahan serupa pada mereka yang membawa bentuk-bentuk lain dari gen ApoE.

Penelitian yang dipublikasikan dalam JAMA, meneliti 286 otak yang diotopsi dan menemukan bahwa makan seafood dikaitkan dengan peningkatan merkuri dalam otak. Meski, tingkat merkuri tidak terkait dengan kelainan otak.

Setelah mengontrol umur, jenis kelamin, pendidikan dan faktor-faktor lain, para peneliti menemukan bahwa orang yang mengonsumsi seafood lebih banyak terhindar dari plak amiloid dan neurofibrillary, yang merupakan tanda khas penyakit Alzheimer. Nah, mereka inilah yang memiliki kemungkinan 47 persen lebih rendah dari diagnosis post-mortem dari Alzheimer.

“Merkuri dari ikan tampaknya menimbulkan sedikit risiko untuk penuaan orang. Tapi ada penelitian yang menunjukkan bahwa konsumsi merkuri pada kehamilan bisa menyebabkan masalah kognitif pada bayi,” kata penulis utama, Martha Clare Morris, seperti dilansir laman New York Times.

Karena itu disarankan untuk mengonsumsi lebih banyak ikan demi mencegah Alzheimer.

” Kebanyakan penelitian di demensia telah menemukan bahwa makan salah satu seafood sekali seminggu menguntungkan,” pungkasnya.